Sejak dahulu orang Indonesia memang paling suka nonton
drama. Mulai dari jaman telenovela, sinetron naga terbang, gosip artis,
serigala tampan sampai persetruan pesulap vs motivator. Seperti halnya hidup
tanpa cinta, konon hidup tanpa drama bagaikan taman tak berbunga, rasanya
sungguh sangat hampa. Tapi sebetulnya apa yang di maksud dengan drama ? menurut
urban dictionary drama terjadi saat kejadian yang sebetulnya biasa justru
justru di besar-besarkan seolah-olah luar biasa.
Dunia artikel di Indonesia
pun belakangan di hebohkan dengan banyak drama, masih ingat dengan artikel yang curhat putus sampai bajir air mata atau perseteruan kubu kebebasan bertanggung jawab vs kebabasan
berekapresi. Meski kerap di hujani diss like dan komentar negative konten artikel penuh drama terus saja mendapat jutaan view tiap harinya, sedangkan
konten yang lebih bermanfaat dilirik saja jarang, jadi mengapa banyak orang
sangat suka nonton drama ?
Sebagai manusia wajar saja kalau kita suka drama, berdasarkan
teori “Uses & Gratification” apa yang kita tonton adalah apa yang bias
memuaskan kebutuhan kita. Dibandingkan dengan hidup kita yang begitu-begitu
saja, drama tentu saja terasa jauh lebih seru. Akhirnya kita menonton drama
agar bias merasakan ketegangan dan keseruan meski efeknya palsu dan cuma
sesaat. Melalui drama kita juga bisa merasakan aneka emosi yang umumnya tak
dapat kita dapatkan dalam keidupan sehari-hari. Entah positif maupun negatif,
emosi-emosi ini memicu otak kita melepaskan Endorphins dan Dopamine, perpaduan
kedua zat kimia otak ini dapat menciptakan efek-efek seperti mengurangi rasa
sakit, menurunkan stress, dan meningkatkan rasa senang, kombinasi yang nikmat
bukan ? tak heran banyak orang jadi kecanduan yang di timbulkan oleh drama.
Mungkin termasuk juga kalian yang sedang membaca artikel ini. Yap benar kalian,
berdasarkan studi para peneliti dari Microsoft, drama terutama di internet
bersifat Reciprocal, artinya selain ada yang bikini issu harus ada juga ada
yang menanggapi. Kebanyakan orang-orang yang menumbar hal-hal sensasional yang
di artikel adalah orang-orang yang suka cari perhatian. Dengan men-kilik like dan berkomentar artinya kita sedang mengompori perilaku penulis artikel tersebut. Itu sebabnya semakin bayak heaters yang biasanya banyak sebuah issu
justru makin panas di bahas. Jadi drama akan sealau terjadi di sekitar kita,
sekarang terserah kita sebagai penonton untuk memilih apakan mau membuat
situasi menjadi sebuah drama atau tidak dan seperti biasa terima kasih.


Tidak ada komentar :
Posting Komentar