Nikolas Safreius | sinergy eximius | 08818557813 | nikolasdf81@gmail.com | 5EDB992F

Mengapa Kita Suka Drama

Sejak dahulu orang Indonesia memang paling suka nonton drama. Mulai dari jaman telenovela, sinetron naga terbang, gosip artis, serigala tampan sampai persetruan pesulap vs motivator. Seperti halnya hidup tanpa cinta, konon hidup tanpa drama bagaikan taman tak berbunga, rasanya sungguh sangat hampa. Tapi sebetulnya apa yang di maksud dengan drama ? menurut urban dictionary drama terjadi saat kejadian yang sebetulnya biasa justru justru di besar-besarkan seolah-olah luar biasa.



Dunia artikel di Indonesia pun belakangan di hebohkan dengan banyak drama, masih ingat dengan artikel yang curhat putus sampai bajir air mata atau perseteruan  kubu kebebasan bertanggung jawab vs kebabasan berekapresi. Meski kerap di hujani diss like dan komentar negative konten artikel penuh drama terus saja mendapat jutaan view tiap harinya, sedangkan konten yang lebih bermanfaat dilirik saja jarang, jadi mengapa banyak orang sangat suka nonton drama ?



Sebagai manusia wajar saja kalau kita suka drama, berdasarkan teori “Uses & Gratification” apa yang kita tonton adalah apa yang bias memuaskan kebutuhan kita. Dibandingkan dengan hidup kita yang begitu-begitu saja, drama tentu saja terasa jauh lebih seru. Akhirnya kita menonton drama agar bias merasakan ketegangan dan keseruan meski efeknya palsu dan cuma sesaat. Melalui drama kita juga bisa merasakan aneka emosi yang umumnya tak dapat kita dapatkan dalam keidupan sehari-hari. Entah positif maupun negatif, emosi-emosi ini memicu otak kita melepaskan Endorphins dan Dopamine, perpaduan kedua zat kimia otak ini dapat menciptakan efek-efek seperti mengurangi rasa sakit, menurunkan stress, dan meningkatkan rasa senang, kombinasi yang nikmat bukan ? tak heran banyak orang jadi kecanduan yang di timbulkan oleh drama. Mungkin termasuk juga kalian yang sedang membaca artikel ini. Yap benar kalian, berdasarkan studi para peneliti dari Microsoft, drama terutama di internet bersifat Reciprocal, artinya selain ada yang bikini issu harus ada juga ada yang menanggapi. Kebanyakan orang-orang yang menumbar hal-hal sensasional yang di artikel adalah orang-orang yang suka cari perhatian. Dengan men-kilik like dan berkomentar artinya kita sedang mengompori perilaku penulis artikel tersebut. Itu sebabnya semakin bayak heaters yang biasanya banyak sebuah issu justru makin panas di bahas. Jadi drama akan sealau terjadi di sekitar kita, sekarang terserah kita sebagai penonton untuk memilih apakan mau membuat situasi menjadi sebuah drama atau tidak dan seperti biasa terima kasih.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar